Doa Niat Zakat Mal Fitrah Untuk Diri Sendiri Dan Keluarga
Tanda terbaik dalam pengakuan makna berpuasa di bulan suci ramadhan ialah dengan mengindahkan niscaya apa yang menjadi pecahan penunjang dari pada terlaksananya puasa tersebut, Bahkan tidak hanya sebatas penujang saja akan tetapi menjadi sebuah penyempurna terhadap kesyakralan dan kesucian ibadah puasa ramadhan itu. Salah satu di antaranya ialah dengan melaksanakan ibadah membayar zakat fitrah sebagai media dalam meraih hakikat kesucian bagi seorang muslim ketika sudah sebulan penuh bisa mengamalkan sebuah kewajiban di bulan suci ramadhan.
Sehingga terlahirlah makna khusus di balik penyempurnaannya itu sesuai dengan syari’at yang berjalan pada ketentuan puasa ramadhan, juga zakat fitrah merupakan laksana satu kewajiban yang senantiasa sanggup di lakukan oleh setiap individu muslim tanpa terkecuali, makna dari zakat fitrah inilah laksana pembersih dari kepercayaan seseorang di berikan harta, baik bagi yang bisa maupun bagi yang kurang bisa semuanya wajib dan di haruskan untuk bisa membayar zakat fitrah tersebut yang di keluarkan sebelum shalat i’ed.
Ataupun perihal yang berafiliasi dengan kewajiban mengeluarkan sebagian harta bagi orang yang sudah mencapai nishob atau batas pengeluaran zakat di setiap satu tahun sekali, lebih tepatnya mengeluarkan zakat harta lainnya yaitu zakat mal ketika masa haul dan pencapaian nishobnya sudah datang. Dari kedua amalan wajib ini yaitu zakat fitrah dan zakat mal maka senantiasa perihal yang bisa menodai kesucian harta seorang muslim itu bisa di bersihkan melalui pembayaran kedua zakat tersebut.
Bahkan zakat fitrah termasuk pada salah satu rukun islam yang semestinya sudah menjadi pecahan penting terhadap nilai penghambaan seorang manusia, untuk itu mengetahui hal ikhwal yang berkaitan akrab dengan kedua kewajiabn tersebut ibarat niat doa zakat fitrah dan yang lainnya itu teramat sangat penting sekali, mengingat itu sudah termasuk pada salah satu rukun islam ibarat yang telah di sebutkan tadi.
Juga termasuk dari mengetahui perihal bagaimana mengucapkan segat ataupun kalimah baik ketika mengeluarkan maupun ketika mendapatkan zakat fitrah itu sendiri. Seperti dari pengucapan niat zakat fitrah yang memang sangat penting dan kuat besar terhadap sah dan tidak sahnya seseorang dalam mengeluarkan zakat fitrah. Sebagaimana diketahui bersama keterangan menyebutkan bahwa pastinya sah sebuah amalan tersebut itu tergantung pada niatnya.
Begitu pula dengan niat mengeluarkan zakat fitrah ataupun doa ketika mendapatkan zakat fitrah baik diperuntukkan bagi diri sendiri, untuk suami, istri, ibu, ayah ataupun untuk pihak keluarga lainnya. Sebab kewajiban zakat fitrah itu di kenakan bagi setiap individu umat islam meskipun masih kecil atau bayi. Terlebih lagi masih banyak hal yang berkaitan khusus dengan permasalah zakat fitrah dari mulai waktu mengeluarkan hingga kepengurusan berikut dengan orang yang berhak mendapatkan zakat fitrah.
Termasuk dari orang yang berhak mendapatkan ataupun akseptor (mustahiq) zakat mulai dari besarnya zakat profesi, penghasilan serta dari zakat yang biasa dikeluarkan pada sebelum idul fitri berlangsung. Terutama dari cara menghitung zakat dengan uang termasuk ijab qobulnya. Karena terdapat ketentuan dan pesan tersirat tersendiri dari cara pelaksanaan dan pengamalan zakat tersebut, kolam fitrah maupun zakat mal.
Demikian juga dengan syarat wajib zakat fitrah yang mencakup Islam, Merdeka (bukan budak, hamba sahaya), Mempunyai kelebihan kuliner atau harta dari yang diharapkan di hari raya dan malam hari raya. Maksudnya mempunyai kelebihan dari yang diharapkan untuk dirinya sendiri dan orang-orang yang wajib ditanggung nafkahnya, pada malam dan siang hari raya. Baik kelebihan itu berupa makanan, harta benda atau nilai uang juga menemui waktu wajib mengeluarkan zakat fitrah. Artinya menemui sebagian dari bulan Ramadhan dan sebagian dari awalnya bulan Syawwal. Berikut ulasan pengucapan niat zakat fitrah secara lengkap:
Dalil Tentang Zakat
Al-Baqarah ayat ke-110 berikut.
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ
Artinya, “Dan dirikanlah shalat serta bayarkanlah zakat!”
Begitu juga dalam beberapa haditsnya, Nabi SAW menyebutkan kewajiban untuk mengeluarkan zakat yang berbarengan dengan empat kewajiban lainnya. Salah satu di antaranya disebutkan oleh Imam Bukhari sebagai berikut.
عن أبي عبد الرحمن عبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهما قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : بني الإسلام على خمس : شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقامة الصلاة وإيتاء الزكاة وحج البيت وصوم رمضان. (رواه البخاري)
Artinya, “Dari Abi Abdurrahman, Abdullah ibn Umar ibnul Khattab ra, ia berkata, ‘Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Islam didirikan dengan lima perkara, kesaksian bahwa tiada yang kuasa selain Allah dan Nabi Muhammad SAW ialah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji ke Baitullah, dan berpuasa di Bulan Ramadan,’’” (HR Bukhari).
Pengertian Zakat Fitrah
Ialah zakat diri yang diwajibkan atas diri setiap individu lelaki dan wanita muslim yang berkemampuan dengan syarat-syarat yang ditetapkan. Kata Fitrah yang ada merujuk pada keadaan insan ketika gres diciptakan sehingga dengan mengeluarkan zakat ini insan dengan izin Allah akan kembali fitrah.
Catatan: “Tentunya terdapat ketentuan yang ada dan berlaku pada kedua jenis zakat tersebut, baik zakat mal amupun zakat fitrah, mulai dari penghitungan, harta yang wajib di zakati, waktu nishob dan waktu haul daripada zakat iru sendiri. Sebagaimana yang banya di jelak=skan dalam kitab-kitab fiqih.
Sejarah Zakat Fitrah
Berdasarkan keterangan ini masuk akal kiranya Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq memerangi orang-orang yang enggan mengeluarkan zakat pada masa pemerintahannya. Karena baginya kewajiban mengeluarkan zakat tidak ada bedanya dengan kewajiban shalat. Ia pernah berkata, “Demi Allah, sungguh saya akan memerangi orang yang memisahkan antara kewajiban shalat dan zakat.”
Hukum Zakat Fitrah Dengan Uang
Ulama Syafi’iyyah setuju bahwa zakat fitrah dihentikan diberikan kepada akseptor zakat (mustahiq) dalam bentuk uang. Meskipun ibarat itu, praktiknya di beberapa tempat di Indonesia masih banyak yang kurang memahami akad ulama ini.
( قَالَ ) : فَإِنْ أَعْطَى قِيمَةَ الْحِنْطَةِ جَازَ عِنْدَنَا ؛ لِأَنَّ الْمُعْتَبَرَ حُصُولُ الْغِنَى وَذَلِكَ يَحْصُلُ بِالْقِيمَةِ كَمَا يَحْصُلُ بِالْحِنْطَةِ ، وَعِنْدَ الشَّافِعِيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى لَا يَجُوزُ ، وَأَصْلُ الْخِلَافِ فِي الزَّكَاةِ وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ الْأَعْمَشُ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى يَقُولُ : أَدَاءُ الْحِنْطَةِ أَفْضَلُ مِنْ أَدَاءِ الْقِيمَةِ ؛ لِأَنَّهُ أَقْرَبُ إلَى امْتِثَالِ الْأَمْرِ وَأَبْعَدُ عَنْ اخْتِلَافِ الْعُلَمَاءِ فَكَانَ الِاحْتِيَاطُ فِيهِ ، وَكَانَ الْفَقِيهُ أَبُو جَعْفَرٍ رَحِمَهُ اللَّهُ تَعَالَى يَقُولُ : أَدَاءُ الْقِيمَةِ أَفْضَلُ ؛ لِأَنَّهُ أَقْرَبُ إلَى مَنْفَعَةِ الْفَقِيرِ فَإِنَّهُ يَشْتَرِي بِهِ لِلْحَالِ مَا يَحْتَاجُ إلَيْهِ ، وَالتَّنْصِيصُ عَلَى الْحِنْطَةِ وَالشَّعِيرِ كَانَ ؛ لِأَنَّ الْبِيَاعَاتِ فِي ذَلِكَ الْوَقْتِ بِالْمَدِينَةِ يَكُونُ بِهَا فَأَمَّا فِي دِيَارِنَا الْبِيَاعَاتُ تُجْرَى بِالنُّقُودِ ، وَهِيَ أَعَزُّ الْأَمْوَالِ فَالْأَدَاءُ مِنْهَا أَفْضَلُ .
Ketentuan-Ketentuan Zakat Fitrah
1. Besarnya zakat Fitrah itu ialah 1 sha’ yaitu 2176 gram atau 2,2 Kg beras atau kuliner pokok. Dalam prakteknya jumlah ini digenapkan menjadi 2,5 Kg, alasannya ialah untuk kehati-hatian. Hal ini dianggap baik oleh para ulama.
2. Menurut madzhab hanafi, diperbolehkan mengeluarkan zakat Fitrah dengan uang seharga ukuran itu, kalau dianggap lebih bermanfaat bagi mustahik.
3. Waktu mengeluarkan zakat Fitrah ialah semenjak awal bulan puasa Ramadhan hingga sebelum shalat ‘Idul Fitri maka dianggap sedekah sunah. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
فَمَنْ أدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُوْلَةٌ وَمَنْ أدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ
Artinya : “Barang siapa mengeluarkan (zakat Fitrah) sebelum shalat (‘Idul Fitri), maka zakatnya sah. Barang siapa mengeluarkannya sesudah shalat maka dianggap sedekah sunah.” (HR. Ibnu Majah)
4. Zakat Fitrah boleh dikeluarkan pribadi kepada mustahik atau dibayarkan melalui amil zakat.
5. Amil atau panitia zakat Fitrah boleh membagikan zakat kepada mustahik sesudah shalat ‘Idul Fitri alasannya ialah uzur syar’i.
6. Jika terjadi perbedaan Hari Raya, maka panitia zakat Fitrah yang berhari raya terlebih dahulu dihentikan mendapatkan zakat Fitrah sesudah mereka mengerjakan shalat ‘Idul Fitri.
7. Panitia Zakat Fitrah hendaknya mendoakan kepada orang yang membayar zakat, supaya ibadahnya selama Ramadhan diterima dan menerima pahala. Doa yang sering dibaca oleh yang mendapatkan zakat, diantaranya:
آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا
Artinya : “Semoga Allah SWT menawarkan pahala kepadamu atas apa saja yang telah Allah memberi berkah kepadamu atas semua yang masih ada padamu dan mudah-mudahan Allah mengakibatkan kesucian bagimu.”
Adapun orang-orang yang dihentikan mendapatkan zakat ada dua golongan:
1. Anak cucu keluarga Rasulullah SAW
2. Sanak Famili orang yang berzakat, yaitu bapak, kakek, istri, anak, cucu, dan lain-lain.
Orang Yang Wajib Mengeluarkan Zakat
A. Islam dan tidak ada kewajiban zakat bagi orang kafir, kecuali budak dan kerabat Muslim dari orang kafir tersebut.
B. Orang yang masih diberi kehidupan hingga matahari terbenam pada final Ramadhan. Karenanya, bila ada yang meninggal sesudah terbenam matahari, ia masih dikenakan kewajiban zakat. Hal ini berbeda dengan anak yang lahir sesudah terbenam matahari, beliau tidak diwajibkan zakat.
C. Orang yang mempunyai akomodasi dan kesanggupan, atau mempunyai kuliner pokok yang melebihi dari kebutuhannya dan keluarganya pada hari tersebut, maksudnya pada ketika hari Raya atau malamnya.
Doa Menerima Zakat Fitrah
آجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أعْطَيْتَ، وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْراً، وبَارَكَ لَكَ فِيْمَا أبْقَيْتَ
Doa Pemberi Zakat
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Artinya: “Ya Rabb kami. terimalah dari kami, bekerjsama Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”
Niat zakat Untuk Diri Sendiri
نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكاَةَ اْلفِطْرِعَنْ نَفْسِي / هَذَا زَكاَةُ مَالِي اْلمَفْرُوْضَةْ
Latin: “Nawaitu An Ukhriza Zakaatalfithri ‘An nafsi Haadza Zakaatul Maalilmafruudhoh”
Artinya: ” Saya niat mengeluarkan zakat untuk diriku / ini ialah zakat harta wajibku “
Atau juga dengan membacakan niat
نَوَيْتُ اَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (نَفسي/زوجي/…..) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى
Latin: “Mawaitu An Ukhrija Zakaatalfithri ‘An Nafsii, Zauji,,…Fardhon Lillahi Ta’aalaa”
Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah (saya/istri saya/……) fardu alasannya ialah Allah ta’ala”
Niat Zakat Atas Nama Anaknya Yang Masih Kecil
نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكاَةَ اْلفِطْرِعَنْ وَلَدِي الصَّغِيْرِ…
Latin: “Nawaitu An Ukhriza Zakaatalfithri ‘Am waladisyoghir”
Artinya: “ Saya niat mengeluarkan zakat atas nama anakku yang masih kecil…”
Niat Zakat Atas Nama Ayahnya
نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكاَةَ اْلفِطْرِعَنْ اَبِي …
Latin: ” Nawaitu An Ukhriza Zakaatalfithri ‘An Abii”
Artinya: “ Saya niat mengeluarkan zakat atas nama ayahku…”
Niat Zakat Atas Nama Ibunya
نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكاَةَ اْلفِطْرِعَنء اُمِّي …
Latin: “Nawaitu An Ukhriza Zakaatalfithri ‘An Ummi”
Artinya: “ Saya niat mengeluarkan zakat atas nama ibuku…”
Niat atas nama anaknya yang sudah besar dan tidak bisa
نَوَيْتُ اَنْ اُخْرِجَ زَكاَةَ اْلفِطْرِعَنْ وَلَدِي اْلكَبِيْرِ…
Latin: “Nawaitu An Ukhriza Zakaatalfithri’An Walaadilkabiir”
Artinya: “ Saya niat mengeluarkan zakat atas nama anakku yang sudah besar…”
Pengertian Zakat Mal
Zakat Mal ialah zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki oleh individu dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan secara syarak.
Nisab Zakat Mal
Mishob zakat maal ialah nilai 85 gram emas murni 24 karat, contohnya nilai 85 gram, harga emas murni kini 1 gram itu 600 ribu, 600.000 x 85 ialah 51 juta, jadi nishobnya zakat mal ialah 51 juta. Maka cara membayar zakatnya ialah 51 juta itu diambil 10% kemudian dibagi 4, maka kesudahannya itu yang dikeluarin. pola 10% dari 51 juta ialah 5.100.000 kemudian bagi 4 menjadi = 1.275.000.
Zakat Yang Termasuk pada Zakat Mal
1. Nishab dan Cara Mengeluarkan Zakat Profesi, Terdapat beberapa perbedaan pendapat para Ulama dalam memilih nisab dan cara mengeluarkan zakat profesi.
A. Madzhab Empat beropini bahwa tidak ada zakat pada harta kecuali sudah mencapai nishab dan sudah mempunyai batas waktu tenggang satu tahun. Adapun nishabnya ialah senilai 85 gam emas dengan kadar zakat sebesar 2,5% (Al-Fiqh Islamy Wa Adillatuhu, juz II : 866, 1989)
B. Pendapat yang di nukil dari Syeikh Muhammad Ghazali yang menganalogikan zakat profesi dengan zakat hasil pertanian, baik dalam nishab maupun persentase zakat yang wajib dikeluarkan, yaitu 10%.
C. Pendapat yang menganalogikan zakat profesi ini pada dua hal, yaitu dalam hal nishab pada zakat pertanian, sehingga dikeluarkan pada ketika diterimanya, dan pada zakat uang dalam hal kadar zakatnya yaitu sebesar 2,5% (Al-Fiqh Islamy Wa Adillatuhu, juz II : hal. 866).
Pendapat yang menganalogikan zakat profesi dengan zakat pertanian, antara lain diambil dari pendapat sebagian sobat ibarat Ibnu Abbas, Ibn Mas’ud, dan Mu’awwiyah. Dan juga dari sebagian ibarat Imam Zuhri, Hasan Bashri, Makhul, Umar bin Abdul Aziz, Baqir, Shadiq, Nashir, dan Daud Dzahiri (Al-Fiqh Islamy Wa Adillatuhu, juz II : hal. 866).
D. Pendapat Madzhab Imamiyyah yang memutuskan zakat profesi sebesar 20% dari hasil pendapatan bersih. Hal ini berdasarkan pemahaman mereka terhadap firman Allah SWT dalam QS. Al-Anfaal (8) : 41. Menurut mereka kata-kata ghanintum dalam ayat tersebut bermakna seluruh penghasilan, termasuk gaji, honorarium, dan pendapatan lainnya.
2. Nishab dan cara menghitung zakat Ju’ru (Padi kering)
Zakatnya diambil dari hasil kotor / tidak dipotong modal dulu / semua pembiayaan ditanggung pemilik, tidak diambilkan dari harta yang wajib dizakati tersebut. Kalau pengairannya pakai biaya maka zakatnya 5% nya bila pengairanya tidak pakai biaya maka zakat 10% nya. Keterangan :
و معنى ما ذكر أن مؤنة الحصاد والدياسة ومثلهما مؤنة جذاذ الثمر وتجفيفه تكون من خالص مال المالك للزرع سواء كان مالكا للأرض أيضا أم لا بأن كان مستأجرا لها لا من مال الزكاة وكثيرا ما يخرجون ذلك من التمر أو الحب ثم يزكون الباقي وهو خطاء ويدل لما ذكرته عبارة الروض وشرحه ونصها فرع مؤنة الجفاف والتصفية والجذاذ والدياس والحمل وغير ذلك مما يحتاج إلى مؤنة على المالك لا من مال الزكاة ومثلها عبارة شرح المنهج والتحفة والنهاية والمغني فتنبه. إعانة الطالبين
Mustahiq Zakat (orang yang berhak mendapatkan zakat)
1. Fakir yaitu orang yang tidak mempunyai harta atau mata pencaharian yang layak yang bisa mencukupi kebutuhan-kebutuhannya baik sandang, papan dan pangan.
2. Miskin yaitu orang yang mempunyaai harta atau mata pencaharian tetapi tidak mencukupi.
3. Amil zakat, Syarat-syarat dan tugas-tugasnya
Yang dimaksud dengan amil zakat ialah suatu panitia atau tubuh yang dibuat oleh pemerintah untuk menangani kasus zakat dengan segala persoalannya.
4. Mu’allaf atau lengkapnya al-mu’affalah qulubuhum ialah orang yang berusaha dilunakkan hatinya.
5. Mukatab ialah budak yang melaksanakan transaksi dengan majikannya mengenai kemerdekaan dirinya dengan cara mengeridit dan transaksinya dianggap sah.
6. Gharim ialah orang-orang yang mempunyai beban hutang kepada orang lain. Hutang tersebut ada kalanya ia pergunakan untuk mendamaikan dua kelompok yang betikai, atau hutang untuk membiayai kebutuhannya sendiri dan tidak bisa membayarnya, dan atau hutang alasannya ialah menanggung hutang orang lain.
7. Sabilillah ialah orang-orang yang berperang di jalan Allah SWT dan mereka tidak mendapatkan bayaran resmi dari negara meskipun mereka tergolong orang-orang yang kaya.
8. Ibnu Sabil ialah musafir yang akan bepergian atau yang sedang melewati tempat adanya harta zakat dan membutuhkan biaya perjalanan berdasarkan Syafi’iyah dan Hanabilah.
Hikmah Zakat
A. Zakat sanggup menambah berkah dan meredakan amarah Allah, alasannya ialah secara tidak pribadi telah menunaikan faidah zakat serta meraih pecahan puncak seorang muslim yang menunaikan zakat ialah bertambahnya keberkahan dalam hidupnya.
B. Zakat merupakan salah satu upaya pencegahan atas kejahatan
C. Zakat merupakan salah satu wasilah untuk menghilangkan sifat kikir seorang muslim.
D. Zakat ialah salah satu amal mulia, alasannya ialah didalamnya mengandung solusi terbaik untuk hidup seorang muslim.
E. Terbukanya pintu kasih sayang Tuhan karena doanya orang fakir miskin yang terkabulkan tersebut.
Doa niat pengertian zakat mal fitrah dan yang berhak mendapatkan merupakan salah satu cara terbaik bagi kita untuk lebih mengetahui secara luas perihal hal ikhwal yang berafiliasi pribadi dengan doa niat zakat mal fitrah untuk diri sendiri dan keluarga yang senantiasa akan menawarkan bimbingan terbaik bagi setiap umat islam yang ingin mengetahui lebih jauh dan luas lagi dari pada kasus kedua zakat tersebut.

Belum ada Komentar untuk "Doa Niat Zakat Mal Fitrah Untuk Diri Sendiri Dan Keluarga"
Posting Komentar