Gambaran Bidadari Nirwana Allah Swt Dan Neraka Berdasarkan Islam

Bagi seorang muslim mengetahui sekaligus menyaqini apa yang di perintahkan oleh Agama yakni itu sebuah kewajiban yang senantiasa harus bisa di laksanakan, demikian hal nya dari keterangan yang mengulas ihwal citra sebuah singgasana daerah yang memang menjadi keinginan bagi mereka kaum muslim, yakni syurga dengan gambarannya sebagai keterangan yang menyebutkan ihwal keadaan dari syurga tersebut, sebagaimana yang tertuangkan dalam keterangan al hadits yang menyebutkan.


Alloh S.W.t telah membuat semua makhluq baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi ataupun di alam semesta ini tentunya mempunyai pesan yang tersirat dan tujuan tertentu. Seperti diciptakannya nirwana dan neraka berikut bidadari dan calon penghuninya itu terdapat diam-diam tertentu yang hanya Alloh S.W.T saja yang tahu. Dalam pengertian bukannya Alloh S.W.T membutuhkan hal yang yang bersifat hawadits ibarat nirwana dan neraka, akan tetapi kedua daerah tersebut telah dipersiapkan bagi makluqnya yaitu Jin dan manusia.


Oleh alasannya yakni itulah berharap yang terbaik dengan pencapaian titik simpulan hidup atau penghidupan ini semoga husnul khotimah merupakan langkah positif bagi setiap eksklusif muslim semoga senantiasa di beri rahmat dengan di masukannya ke dalam taman syurgaNya. Di antaranya dengan selalu memohon berdoa dengan hapalan doa sesuai kemampuan ataupun dengan membaca doa selamat yang memang secara pengertian maksud dan tujuannya itu yakni semoga senantiasa di berikan keselamatan baik saat hidup di dunia maupun nanti di darul abadi kelak.


Adapun pengertian ihwal syurga dan neraka berikut dengan hal ikhwal yang bekerjasama dengannya ibarat foto, video siksa, gambar jahanam itu hanya sebatas pemaknaan dari sebuah keterangan yang memperlihatkan sifat dan gambar nirwana ibarat itu. Karena tidak ada satupun makhluq yang mengetahui apa itu daerah yang berjulukan nirwana dan neraka ataupun dongeng melihat firdaus, huthamah orisinil bahkan penghuninya juga orang yang tidak bisa masuk kedalam dua daerah tersebut terkecuali Alloh S.W.T dan hamba yang sesuai dengan idzinnYA.


Bagi seorang muslim mengetahui sekaligus menyaqini apa yang di perintahkan oleh Agama adal Gambaran Bidadari Surga Allah SWT Dan Neraka Menurut Islam


Hanya kita sebagai kaum muslimin harus mengimani segala hal yang telah di syariatkan oleh Baginda Nabi Muhammad S.A.W termasuk dalam problem yang ghaib ibarat Surga dan Neraka ini. Sehingga klarifikasi dan pengertian mengenai nirwana dan neraka yakni itu bisa lebih di pahami dan di mengerti sesuai dengan keterangan yang besar lengan berkuasa yang bersumber pada Quran dan Alhadits, dengan tujuan supaya tidak ada slah pemahaman dan pengertian makan dari nirwana dan neraka begiatu juga dengan yang bekerjasama dengan keduanya tersebut. Dari shahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ رَأَيْتُمْ مَا رَأَيْتُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلاً وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا. قَالُوا: وَمَا رَأَيْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ: رَأَيْتُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ.


Artinya : “Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian melihat apa yang saya lihat, pasti kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” Para shahabat bertanya: “Apa yang engkau lihat ya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam” Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Saya melihat Al Jannah dan An Naar.” (HR. Muslim Kitab Sholat no. 426)


Adapun ketentuan dari pada nama dari nirwana tersebut sebagaimana yang telah diterangkan baik dari Alquran, Alhadits yang dijelaskan lebih detail dan terperinci oleh para ulama itu diharuskan merujuk pada keuda sumber tersebut. Sebagaiman yang telah di sifati ihwal salah satu dari citra nirwana bagi orang yang beriman, salah satunya hal ini merujuk pada sebuah ayat Quran



وَبَشِّرِ الَّذِين آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ كُلَّمَا رُزِقُواْ مِنْهَا مِن ثَمَرَةٍ رِّزْقاً قَالُواْ هَـذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِن قَبْلُ وَأُتُواْ بِهِ مُتَشَابِهاً وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ -٢٥-


Artinya: “Dan sampaikanlah kabar besar hati kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.”

(Al-Baqarah 25).


Banyak keterangan ayat Quran yang menjelaskan akan adanya neraka dan siksanya diantaranya:



لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِن فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ وَكَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ -٤١-


“Bagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami Memberi jawaban kepada orang-orang yang zalim.”

(Al-A’raf 41)


Tubuh mereka di selimuti oleh api neraka hingga tidak ada satu belahan yang tidak mencicipi panasnya.



يَوْمَ يَغْشَاهُمُ الْعَذَابُ مِن فَوْقِهِمْ وَمِن تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ وَيَقُولُ ذُوقُوا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ -٥٥-


“Pada hari (ketika) azab menutup mereka dari atas dan dari bawah kaki mereka dan (Allah) Berkata (kepada mereka), “Rasakanlah (balasan dari) apa yang telah kau kerjakan!”

(Al-Ankabut 55)


Gambaran Bidadari Surga

1. Baik dan elok



فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ -٧٠-


Artinya :“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.” (Ar-Rahman 70)


2. Belum Pernah disentuh Siapapun



فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ -٥٦-


Artinya; “Di dalam nirwana itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh insan maupun jin sebelumnya.” (Ar-Rahman 56)


3. Selalu perawan dan muda



فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَاراً -٣٦- عُرُباً أَتْرَاباً -٣٧-


Artinya : “Lalu Kami Jadikan mereka perawan-perawan, yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya.” (Al-Waqi’ah 26-27)


4. Seperti Mutiara dan Permata



كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ -٢٣-


“Laksana mutiara yang tersimpan baik.”

(Al-Waqi’ah 23)



كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ -٥٨-


Artinya :“Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.” (Ar-Rahman 58)


5. Pasangan yang Suci



وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ -٢٥-


Artinya : “Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.” (Al-Baqarah 25)



Nama Dan Tingkatan Surga Berikut penghuninya


1. Surga Firdaus

Diciptakan oleh Allah SWT dari emas. Calon penghuninya dijelaskan dalam Surat 23/Al-Mukminun ayat 1- 11, ialah :

a. orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,

b. orang-orang yang memelihara sholat,

c. orang-orang yang berpaling dari pekerjaan yang sia-sia.

d. orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali kepada istri-istri mereka


2. Surga Adn

Diciptakan oleh Allah SWT dari intan putih. Calon penghuninya, ialah

a. Orang-orang yang sabar lantaran mencari keridhoan Tuhan- nya, mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. (QS. 13IAr Ro’du: 22-24)

b. Orang yang bertaubat, beriman, dan bederma saleh. (QS. 19/ Maryam: 60-61)

c. orang-orang yang benar-benar bertakwa. (QS. 38/Shod: 49- 50)


3. Surga Na’im

Diciptakan oleh Allah SWT dari perak putih. Calon penghuninya, ialah

a. orang-orang yang beriman dan bederma saleh (QS. 31/ Luqman: 8)

b. orang-orang yang bertakwa (QS. 68/Al-Qolam: 34)


4. Surga Ma’wa

Diciptakan oleh Allah SWT dari zamrud hijau. Calon penghuninya, ialah:

a. orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT (QS. 53/An- Najm: 15)

b. orang-orang yang benar-benar beriman dan berawal saleh. (QS 32/As-Sajdah: 19)

c. orang-orang yang takut kepada kebesaran Allah SWT dan menahan diri dari hawa nafsu yang buruk. (QS. 79/An- Nazi’at: 40-41)


5. Surga Darussalam

Diciptakan oleh Allah SWT dari yakut merah. Calon penghuninya sebagaimana yang diterangkan dalam Surat Al-An’am ayat 127, ialah:

a. orang-orang yang besar lengan berkuasa kepercayaan dan islamnya.

b. orang-orang yang memperhatikan ayat-ayat Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari lantaran Al­lah SWT.


6. Surga Darul Muqomah

Diciptakan oleh Allah SWT dari permata putih. Calon penghuninya, ialah orang-orang yang kebaikannya amat banyak dan sangat jarang berbuat kesalahan.


7. Surga Al-Maqomul Amin

Diciptakan oleh Allah SWT dari emas. Calon penghuninya, ialah orang-orang yang keimanannya telah mencapai tingkat muttaqin, yakni orang-orang yang benar- benar bertakwa kepada Allah.


8. Surga Khuldi

Diciptakan oleh Allah SWT dari marjan merah dan kuning. Calon penghuninya, ialah orang-orang yang taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. (QS. 25/Al-Furqon: 15)


Luas Surga

Allah telah menjelaskan ihwal luas nirwana dalam firman-Nya:

“Dan bersegeralah kau kepada ampunan Rabbmu dan kepada nirwana yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran: 133)


Pintu-Pintu Surga

Pintu nirwana ada delapan, salah satunya berjulukan Rayyan. Dari Sahl bin Sa’d, dari Nabi yang bersabda:

“Di nirwana ada delapan pintu. Ada pintu yang dinamai Rayyan, tidak ada yang masuk melalui pintu tersebut melainkan orang-orang yang puasa.” (HR. Buhari)



Penjaga Surga


Allah berfirman:

Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dibawa ke dalam nirwana berkelompok-kelompok (pula). Sehingga apabila mereka hingga ke nirwana itu sedangkan pintu-pintunya telah terbuka, berkatalah penjaga-penjaganya kepada mereka, “Keselamatan (dilimpahkan) untuk kalian. Berbahagialah kalian! Masukilah nirwana ini, kalian kekal di dalamnya.” (az-Zumar: 73).


Bangunan di Surga

Dari Ibnu Umar:

Rasulullah ditanya ihwal surga, “Bagaimanakah surga?” Beliau menjawab, “Barang siapa yang masuk nirwana akan terus hidup tak akan mati, terus akan mendapat kenikmatan tidak akan susah, tak akan lapuk bajunya, dan tak akan hilang masa mudanya.” Ditanyakan, “Wahai Rasulullah, bagaimana bangunannya?” Beliau menjawab, “Ada yang batanya dari perak dan ada yang dari emas, (adukan) semennya yakni misik, kerikilnya yakni mutiara dan permata, dan tanahnya yakni za’faran.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)


Kemah-Kemah di Surga

Allah berfirman:

“(Bidadari-bidadari) yang pandangan mereka hanya kepada suami dipingit dalam kemah-kemah.” (ar-Rahman: 72)

Dari Abu Bakr bin Abdullah bin Qais, dari ayahnya, Rasulullah bersabda:

“Di nirwana ada kemah dari mutiara yang dilubangi, lebarnya enam puluh mil.” (HR. al-Bukhari)


Pasar di Surga

Dari Anas bin Malik , Rasulullah berkata:

“Sungguh di nirwana ada pasar yang didatangi penghuni nirwana setiap Jumat. Bertiuplah angin dari utara mengenai wajah dan pakaian mereka hingga mereka semakin indah dan tampan. Mereka pulang ke istri-istri mereka dalam keadaan telah bertambah indah dan tampan. Keluarga mereka berkata, ‘Demi Allah, engkau semakin bertambah indah dan tampan.’ Mereka pun berkata, ‘Kalian pun semakin bertambah indah dan cantik.” (HR. Muslim)


Yang Pertama Masuk Surga

Orang yang pertama masuk nirwana yakni Nabi Muhammad dan umat pertama yang masuk nirwana yakni umat beliau. Dari Anas bin Malik, ia berkata bekerjsama Rasulullah bersabda:

Aku mendatangi pintu nirwana dan minta untuk dibukakan. Penjaga nirwana pun berkata, “Siapa kamu?” Aku menjawab, “Muhammad.” Penjaga nirwana berkata, “Aku telah diperintah membukanya untukmu, dan saya tidak boleh membukanya untuk orang lain sebelummu.” (HR. Muslim)


Dalil yang menyatakan bahwa umat Muhammad yang paling dahulu masuk nirwana yakni hadits:

“Kita yakni yang terakhir (masanya di dunia), tetapi yang pertama di hari kiamat. Kitalah yang akan masuk nirwana lebih dahulu.” (HR. Muslim)


Makanan Ahli Surga

Allah berfirman:

“Dan buah-buahan yang mereka pilih dan daging burung yang mereka inginkan.” (al-Waqi’ah: 20-21)

Buah-Buahan di Surga Banyak dan Tidak Terputus

Allah berfirman:

“Dan buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya, serta kasur-kasur yang tebal lagi empuk.” (al-Waqi’ah: 32-34)

Allah berfirman:

“Buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan), ‘Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kau kerjakan pada hari-hari yang telah lalu’.” (al-Haqqah: 23-24)

Dari Tsauban, Rasulullah n berkata,

“Seorang penghuni nirwana kalau memetik buah di surga, buah yang lain akan menempati tempatnya.”


Minuman Ahli Surga

Allah berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya yakni air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang darinya hamba-hamba Allah minum, yang mereka sanggup mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.” (al-Insan: 5-6)

Allah berfirman:

“Di dalam nirwana itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya yakni jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air nirwana yang dinamakan salsabil.” (al-Insan: 17-18)


Abu Umamah z mengatakan, “Seorang penghuni nirwana ingin meminum minuman. Datanglah ceret ke tangannya kemudian ia pun minum dan ceret tersebut kembali ke tempatnya.” (Dinyatakan mauquf oleh asy-Syaikh al-Albani)


Sungai di Surga

Allah berfirman:

“(Apakah) perumpamaan (penghuni) jannah yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr yang enak rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka, sama dengan orang yang kekal dalam jahannam dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong ususnya?” (Muhammad: 15)


Kenikmatan Tertinggi: Melihat Allah

Kenikmatan penduduk nirwana yang paling agung yakni melihat wajah Allah. Allah berfirman:

“Wajah-wajah mereka itu berseri-seri lantaran melihat Rabbnya.” (al-Qiyamah: 22-23)

“Bagi orang-orang yang berbuat baik al-husna dan tambahannya.” (Yunus: 26)

Para andal tafsir berkata, “Al-husna yakni surga. Tambahannya yakni melihat wajah Allah.”


Dari Shuhaib, Nabi n berkata, “Ketika penduduk nirwana masuk ke dalamnya, Allah berfirman, ‘Kalian ingin Aku menambah (nikmat) untuk kalian?’ Penduduk nirwana pun berkata, ‘Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke nirwana dan menyelamatkan kami dari neraka?’ Rasulullah berkata, “Allah membuka hijab (sehingga mereka melihat Allah). Tidaklah mereka diberi nikmat yang lebih mereka senangi selain melihat Rabb mereka.” Kemudian Rasulullah n membaca:

“Bagi orang-orang yang berbuat baik al-husna dan tambahannya (Yunus: 26).” (HR. Muslim)


Nama dan Tingkatan Berikut Penghuni Neraka

1. Neraka Jahannam

Neraka Jahannam merupakan tingkatan paling atas. Yakni daerah orang-orang muslim, mukminat, mukminin yang mengerjakan dosa kecil ataupun dosa besar. Firman Allah SWT :

“Bahwasanya orang-orang kafir dan orang aniaya itu tidak akan diampuni Allah, dan tidak pula ditunjuki jalan, melainkan jalan ke Neraka Jahannam. Mereka kekal dalam neraka itu selama-lamanya. Yang demikian itu gampang sekali bagi Allah.”(Q.S. An-Nisa : 169)


2. Neraka Ladhoh, Luza

Tingkatan neraka kedua diperuntukkan bagi orang-orang yang mendustakan agama. Salah satu firman Allah SWT berbunyi: “Sebab itu Kami beri kabar pertakut kau dengan Neraka Luza (neraka yang menyala-nyala). Tiada yang masuk kedalamnya selain orang yang celaka. Yaitu orang yang mendustakan agama dan berpaling dari pada-Nya“(Q.S. Al-Lail : 14-16)


3. Neraka Khutamah

Neraka ini berada di tingkatan ketiga, yakni diperuntukkan bagi orang yang lalai hanya memikirkan dunianya tanpa mengerjakan kepentingan atau kebutuhan untuk ibadahnya. Karena hartalah yang membuat orang menjadi durhaka. Firman Allah SWT berbunyi: “Tahukah engkau apakah Hathamah itu? Yaitu api neraka yang menyala-nyala yang memperabukan hati manusia. Api yang ditutupkan kepada mereka. Sedangkan mereka itu diikatkan pada tiang yang panjang“.(Q.S. Al-Humazah : 4-9).


4. Neraka Sair

Neraka ini diperuntukkan bagi orang yang tidak mau mengeluarkan zakat atau pun bagi mereka yang mengeluarkan zakat namun tidak sesuai porsinya. Di dalam neraka, mereka buta, pekak serta mempunyai kulit yang tebal ibarat Gunung Uhud. Firman Allah SWT dalam surat An-nisa berbunyi:

“Bahwasanya orang-orang yang memakan harta anak yatim dengan aniaya, sesungguhnya mereka memakan api sepenuh perutnya. Dan nanti mereka akan dimasukkan kedalam neraka Sair“.(Q.S. An-Nisa: 10).


5. Neraka Sahkhor

Neraka Sahkhor diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak mengerjakan shalat, orang yang berbohong ihwal keberadaan Allah, menyembah selain kepada Allah. Firman Allah SWT dalam surat Al-Mudatsir berbunyi : “Didalam nirwana mereka saling bertanya dari hal orang berdosa. Apakah sebabnya kau masuk neraka Saqru? “Karena kami tidak sholat, kami tidak memberi makan orang miskin, kami percaya pada yang bukan-bukan. Kami mendustakan hari kiamat“.” (Q.S. Al-Mudatsir : 40-46)


6. Neraka Jahim

Neraka ini diperuntukkan bagi orang yang mendustakan agama, yakni orang-orang Islam yang berdosa. Mereka yang mengerjakan apa yang dihentikan oleh Allah ibarat meminum khamar, berzina, dan lain sebagainya. Selain itu, orang kafir juga dimasukkan ke dalam neraka Jahim. Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang kafir dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami, mereka itilah penghuni neraka Jahim“. (Q.S. Al-Maidah : 86)


7. Neraka Hawiyah

Nerakah Hawiyah merupakan tingkatan neraka yang paling bawah. Neraka ini paling keras, diperuntukkan bagi orang yang matinya tidak membawa kepercayaan dan islam. Gambaran sekilas neraka Hawiyah yakni apinya hitam yang sebelumya sudah dibakar 1000 tahun lamanya. Disinilah daerah tinggal orang-orang yang berdosa berat ibarat Firaun, Abu Lahab, Abu Jahal dan musuh-musuh nabi dan islam yang lainnya. Firman Allah SWT : “Dan barang siapa yang ringan timbangannya, maka dia dilemparkan ke neraka hawiyah. Tahukah engkau apakah Neraka Hawiyah itu? Yaitu api yang sangat panas“.“ (Q.S. Al-Qoriah : 8-11)


Gambaran Sifat Neraka

1. Luas An Naar

An Naar (neraka) mempunyai area yang amat luas yang daya tampungnya tidak akan penuh meskipun dimasuki oleh orang–orang durhaka semenjak zaman Nabi Adam hingga hari kiamat. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “Pada hari itu Kami bertanya kepada Jahannam: “Apakah kau sudah penuh?” Jahannam menjawab: “Masihkah ada tambahan?” (Qoof: 30)


2. Kedalaman An Naar

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan ihwal dalamnya An Naar dalam sebuah hadits dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata: “Kami pernah bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba kami mendengar sesuatu yang jatuh, kemudian dia bersabda: “Tahukah kalian apakah itu?” Kami (para shahabat) menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Kemudian dia shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:



هَذَا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِي النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَرِيفًا فَهُوَ يَهْوِي فِي النَّارِ الآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا.


Artinya: “Ini yakni sebuah kerikil yang dilemparkan dari atas An Naar semenjak tujuh puluh tahun yang lalu, kini kerikil itu gres hingga di dasarnya.” (HR. Muslim)


Pintu Jahannam

Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “Dan Sesungguhnya Jahannam itu benar-benar daerah yang telah diancamkan kepada mereka (pengekor-pengekor setan) semuanya. Jahannam itu mempunyai tujuh pintu, tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” (Al Hijr: 43-44)


Belenggu Neraka

Allah berfirman (artinya): “Karena sesungguhnya pada sisi kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala.” (Al Muzammil: 12) “Dan kau akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat gotong royong dengan belenggu.” (Ibrahim : 49).


Penjaga An Naar

Allah subhanahu wata’ala juga telah menyiapkan algojo yang siap mengawasi dan menyiksa para penghuni An Naar. Allah menentukan algojo (penjaga) itu dari kalangan malaikat. Allah berfirman (artinya): “Dan tiada Kami jadikan penjaga An Naar melainkan dari malaikat.” (Al Mudatstsir: 31)


Panas An Naar

Allah berfirman yang artinya: “Maka, Kami akan memperingatkan kau dengan An Naar yang menyala-nyala.” (Al Lail : 14)


Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadist yang diriwayatkan shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:

“(Panasnya) api yang kalian (Bani Adam) nyalakan di dunia ini merupakan sebagian dari tujuh puluh belahan panasnya api neraka Jahannam.” Para sobat bertanya: “Demi Allah, apakah itu sudah cukup wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam” Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “(Belum), sesungguhnya panasnya sebagian yang satu melebihi sebagian yang lainnya sebanyak enam puluh kali lipat.” (HR. Muslim)


Makanan Dan Minuman Penghui Neraka

A. Makanan Yang Berduri

Allah berfirman (artinya):

“Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan rasa lapar.” (Al Ghasiyah: 6-7)

“Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.” Al Muzammil: 13


B. Pohon Zaqqum

Allah subhanahu wata’ala berfirman yang artinya:

“Sesungguhnya kalian wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, kalian benar-benar akan memakan pohon zaqqum. Dan kalian akan memenuhi perutmu dengannya.” (Al Waqi’ah: 51-53)


C. Pakaian Penghuni Neraka

Allah subhanahu wata’ala berfirman yang artinya:

“Pakaian mereka yakni dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka.” (Ibrahim : 50)

“Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka…,” (Al Haj : 19)


D. Tempat Tidur Penghuni Neraka

Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah kami memberi jawaban kepada orang-orang yang zhalim.” (Al A’raf: 41)


Itulah sekilas klarifikasi mengenai gambaran surga dan hal lainnya yang bekerjasama dengan citra bidadari nirwana allah swt dan neraka berdasarkan islam. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang diberikan hidayah dan taufik sehingga tergolongkan kepada orang-orang yang beruntung berdasarkan pandangan Alloh S.W.T. Amiinn Yaa Robbal ‘Alamiin.


Belum ada Komentar untuk "Gambaran Bidadari Nirwana Allah Swt Dan Neraka Berdasarkan Islam"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel